kepopuleran motor matik honda

unit per tahun yang akan beroperasi pada semester kedua 2011. konsekuensinya, jutaan dolar AS harus dibenamkan untuk hal itu. Tapi, yang namanya investasi, sudah barang tentu termasuk mempertimbangkan proses pengembaliannya, sekaligus dengan keuntungan. Buah manis keseriusan merangsek pasar motor skutik sudah dipetik AHM alias Honda. Setidaknya jika melongok dua bulan pertama 2011. Honda memimpin dengan pangsa pasar sekitar 52 ,45 %. Sebaliknya, sang panglima, yakni Yamaha, harus puas menjadi nomor dua dengan pangsa pasar sekitar 44 ,51 %. Pertarungan memang belum usai. Masih panjang untuk menutup tahun 2011. Honda Beat CW 2010. (     Geliat Sayap Tunggal Bukan mustahil market intelegent AHM sudah mendeteksi bahwa kecenderungan konsumen motor di Indonesia mengarah ke motor otomatis alias skutik. Karena itu, sepanjang 2006-2010 , hampir setiap tahun AHM menelorkan motor skutik anyar. Hanya pada 2007 , AHM tidak memasukan produk skutik baru ke jagat bisnis permotoran Indonesia. AHM mulai merangsek pasar skutik Indonesia pada 2006. Kita tahu, Yamaha yang besut PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), sudah lebih dulu mengenyam manisnya kue motor skutik. Namun, sekalipun baru masuk 2006 , geliat pemilik lambang Sayap Tunggal itu, tak pernah main-main dalam menekuni bisnis. Yuk kita tengok bagaimana geliat tersebut dari tahun ke tahun. Sebagai indikator, tentu saja saya memakai potret penguasaan pangsa pasar. Khususnya, para pemain bisnis motor skutik anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi). faktor jejaring yang kalah dibandingkan Honda, membuat Suzuki tak bisa bergerak menyentuh angka 10 %. Tapi, setelah tahun 2006 , sang Sayap Tunggal terus tancap gas. Ketika tahun pertama AHM hanya mengandalkan Vario cast wheel (CW). Pada 2008 , AHM menelorkan Beat. Jurus itu lumayan berdampak positif. Tengok saja pangsa pasar pada 2008 yang mampu mencetak hingga 32 %. Meroket dibandingkan tahun pertama. Imbasnya, sudah pasti Yamaha harus puas terkoreksi menjadi sekitar 53 ,91 %. Setahun kemudian, AHM mengeluarkan produk anyar lagi yakni Vario Techno. Promosi yang bertubi-tubi di iklan media elektronik maupun media massa, mampu memberi buah manis. Market share AHM menggeliat kembali menjadi  sekitar 38 %. Namun, pada 2009 itu, Yamaha mampu memperbaiki sedikit market share-nya, yakni menjadi sekitar 54 ,59 %. Barulah pada 2010 , ketika AHM menggelontorkan motor skutik retro modern Scoopy dan motor skutik paling canggih, PCX 125 , market share AHM kian menggila. 2010 , ditutup Honda dengan pangsa pasar sekitar 45 ,95 %, sedangkan Yamaha melorot menjadi sekitar 49 ,21 %. Buah dari peluncuran dua skutik anyar pada 2010 , mulai dipetik oleh AHM pada 2011. setidaknya, dalam dua bulan pertama, AHM mampu menggeser YMKI dari singasana skutik.     Beat Unjuk Kekuatan   Honda Beat sejak masuk pasar pada 2008 , langsung tancap gas. Seakan tak ingin kalah dengan kakaknya, yakni Vario CW, Beat terus unjuk kekuatan. Tahun pertama, Beat baru mengantongi market share sekitar 12 ,96 %. Saat itu, sang kakak bertengger di 32 ,23 %. Geliat Beat bak tak terbendung. Market share-nya terus membubung. Sekadar mengingatkan, sepanjang 2009-2011 pangsa pasar Beat masing-masing, 18 84 %, 21 ,09 %, dan 24 ,18 %. Luar biasa! Gebrakan Beat hanya bisa diimbangi oleh Vario Techno. Motor skutik yang digelontorkan AHM pada 2009 itu, sepak terjangnya mirip seperti Beat. Bayangkan, pada 2009 , Vario Techno baru mengantongi market share sekitar 3 ,17 %, tapi dua tahun kemudian, yakni 2010 dan 2011 , meroket menjadi masing-masing 10 ,60 % dan 15 ,01 %. Vario CW bahkan tertinggal. Pada 2011 Vario CW tersisa sekitar 6 ,49 %. Cukup unik justeru dicatat oleh Scoopy. Siapa sangka, motor skutik yang berpenampilan retro alias jadul, justeru menggoda minat konsumen. Motor yang masuk pasar pada 2010 itu, pada dua bulan 2011 sudah mengantongi pangsa pasar sekitar 6 ,73 %. Motor skutik yang paling kecil kontribusinya kepada AHM adalah PCX 125. Maklum, motor skutik yang masuk pada 2010 tersebut, dibanderol Rp 32 juta per unit. Ya. PCX 125 masih diimpor secara utuh dari Thailand. Geliat Sayap Tunggal di lini motor skutik tak boleh dianggap remeh oleh Yamaha. Selain memiliki lima merek, Honda juga memiliki kapasitas produksi terpasang yang lebih tinggi, yakni sekitar 2 ,5 juta unit per tahun. Tak sebanding dengan Yamaha yang masih di kisaran satu jutaan unit lebih. (edo rusyanto)

~ by imammukyidin15 on March 31, 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: