benarkah pacaran haram hukumnya?

Sobat ahlussunnah wal jama’ah yang dirakhmati Allah swt. Saat ini sepertinya budaya pacaran sudah mendarah daging pada diri setiap remaja. Mungkin temen-temen sebagian besar juga sedang menjalani kejahiliyahan ini. Berawal dari pandangan pertama yang menggoda, terus sok perhatian terus suka sama suka akhirnya Duar!!! Pacaran dech. Ahaha… bener-bener pemuda bodoh. Coba kita renungi terlebih dahulu. Apa sich gunanya pacaran ntu? Kayake pacaran itu hanya memberikan ruang kepada nafsu aja lho. Boro-boro ada istilah ‘pacaran islami’ ‘pacaran sehat’ ahh itu adalah pembodohan. Budaya pacaran khan berasal dari orang-orang kafir yang haus akan nafsu syahwatnya? Gimana kalau udah kita lakukan? So pasti kita juga termasuk kafirlah.

Cinta yang paling sangat itu tentunya berasal dari Allah swt. Kalau kita pacaran, pasti kita akan mencintai pasangan kita khan? Gak usah munafik. Padahal kalau kita mencintai secara berlebih-lebihan kepada selain Allah swt itu namanya syirik lho. And tentunya dosa syirik tak akan dihapuskan oleh Allah swt. Na’uzubillah. Rasulullah jelas banget nih ngasih tahunya sewaktu ditanya ama para shahabatnya.

Para shahabat berkata, ‘Wahai Rasulullah, apakah jika salah seorang di antara

kami mengikuti syahwatnya, adakah ia mendapat pahala karenanya?’  Rasulullah bersabda,’Tahukah kalian jika seseorang menumpahkan syahwatnya pada yang

haram tidakkah ia berdosa?’ Maka demikian pula apabila ia menempatkan

syahwatnya pada yang halal adalah pahala baginya. [1]

Terus gimana nich sikap kita? Wah kalau dah gini, berarti selama kita udah dosa, kita juga gak akan dapat pahala apa-apa selama kita pacaran. Udah dapat dosa, gak dapat apa-apa, masuk neraka pula. Makanya gak usah pacaran. Kita tancapkan ghirah jihad kita. Ya biar hidup kita terasa nyaman githu. Daripada kita pacaran, terus sayang-sayangan, terus pegang-pegangan, terus sok perhatian and jadinya pengen saling memiliki. Kalau dah gethu wah apa pun akan kita korbanin men. Setan yang ada di diri kita berarti hebat banget.

Eh temen-temen inget gak kita itu adalah insan yang dibanggakan Allah swt? Tapi gimana sama apresiasi kita atas predikat itu? Mbok yo kita berpikir secara cerdas. Oh ya, apalagi ada pacaran secara sembunyi-sembunyi biar gak ketahuan orang tua. Wah itu sama saja kita beli tiket ke neraka. Terus gimana kalau kita pacaran terus dibolehin sama orthu? Wah ini yang gawat, orthu kurang memperdalam ilmu agama nich tentunya. Lha terus khan ada anaknya kiai ngebolehin anaknya pacaran sampek-sampek pacarnya bangga kalau punya pacar anaknya kiai. Wah kalau dah gini zaman emank udah gak beres men. Padahal orthu thu seharusnya mengajarkan hal yang baik pada anaknya, eh malah menjerumuskan. Jangan-jangan orthunya juga gengsi lagi karna anaknya gak laku-laku? Rasulullah saw. bersabda,

Orang yang cerdas ialah orang yang mengendalikan dirinya dan bekerja

untuk kehidupan setelah kematian. [2]

 

Temen-temen yang dirakhmati Allah swt, udah sepantasnya kita untuk instropeksi diri kita masing-masing. Coba kita review ulang pemikiran kita, hapus tuh budayanya orang kafir. Gak usah dipakek. Ntar malah nambah-nambah dosa lagi. Kita khan agamanya Islam, yo kudu nurut sama hukum Islam. Gak usah gengsi sama temen-temen. Biar kita buktikan siapa yang ntar masuk surga-Nya Allah swt. Rasulullah saw. pernah menasihati orang-orang yang belum menikah. Sabdanya,

Wahai pemuda! Siapa di antara kamu yang sudah mencapai ba’ah (mampu menikah), maka menikahlah karena itu akan lebih menjaga mata dan kehormatanmu. Dan siapa yang belum mampu, maka shaumlah karena shaum merupakan benteng (dari perbuatan zina)

So, daripada kita pacaran and ngumbar-ngumbar nafsu kita mending kita puasa dech. Berawal dari puasa senin kamis dulu terus kalau dah kuat imannya kita puasa daud dech. Khan pahalanya gedhe tuh. Malahan lebih besar daripada puasa Ramadhan. Subhanallah. kalo hawa nafsu udah menguasai, jangan dilupain deh ilmu-ilmu Islam yang udah kita kaji. Selain diajarin shaum (puasa), perbanyak baca al-Quran, shalat wajib jangan ditinggal juga tambahin deh pake shalat sunnat. Nah, ibadah mahdhoh kalo ditekuni serius, ikhlas lahir batin, insya Allah mampu meredam nafsu. Terus, jangan forsir energi dan pikiran buat hal-hal yang nggak berguna ntar malah nyesel kalau dah nglakuin. Emang sich nyesel nggak dateng dari awal.

Kalo masalah media elektronik and cetak, waduh, udah deh jauhin aja. Kalo yang nggak perlu-perlu banget nggak usah diliat. Ini mah, lagi rame-rame video mesum seleb, heboh pada sibuk transfer via bluetooth ke hape masing-masing. Sibuk ngunduh di komputer. Bahkan ampe bela-belain seleb yang oknum video mesum itu. Idih, kayak nggak ada kerjaan yang laen aja. Abu Hurairah dan Ibnu Abbas ra berkata: “Rasulullah Saw. berkhutbah sebelum wafatnya, yang di antaranya beliau bersabda:

Barangsiapa mampu bersetubuh dengan wanita atau gadis secara haram, lalu dia meninggalkannya karena takut kepada Allah, maka Allah menjaganya pada hari

yang penuh ketakutan yang besar (kiamat), diharamkannya masuk neraka dan

memasukkannya ke dalam surga. [3]

Oh ya sobat, ada sebab lain nich mengapa kita diharamkan pacaran.Islam mengharamkan ikhtilat, bagi temen-temen yang belum tau iktilat, maka ketahuilah ikhtilat adalah campur baurnya antara laki-laki dan perempuan dalam satu tempat tanpa mahrom, dan orang yang pacaran tidak akan terlepas dari berdua-duaan selama pacaran, malam minggu keluar bareng, nonton, ke kafe, atau kemana saja berduan. ketahuilah jika hanya cuman berdua, maka yang ketiga adalah setan! Hi serem khan? Selain itu, Islam juga memerintahkan untuk menundukkan pandangan kepada lain jenis sebagaimana pada hadits Fadhl bin Abbas. Orang yang pacaran pasti akan sering dan sangat sering sekali untuk saling pandang memandang sambil mengucapkan kata-kata aku sayang kamu, aku cinta kamu atau hanya sekedar berlezat-lezat dengan pandangan matanya. Ini nich yang sering temen-temen lakuin daripada gethu mending ngucapin khalimah syahadat. Pahalanya gedhe banget malah apalagi di jamin masuk surga. Subhanalah. Islam juga mengharamkan menyentuh wanita yang bukan mahromnya, sebagaimana dalam hadits bahwa Nabi bersabda bahwa

kepala salah seorang kalian ditusuk dengan besi jauh lebih ringan daripada kalian menyentuh wanita yang bukan mahrom kalian

Dalam hadits lain diterangkan bahwa Nabi tidak pernah menyentuh tangan wanita yang bukan mahromnya, bahkan dalam baiat beliau tidak menyentuh tangan wanita. Nah orang pacaran tidak akan bisa terlepas dari yang namanya bersentuhan ini, entah cuman menggandeng tangan, merangkul baik pundak maupun pinggang, atau bahkan mencium bibir atau mengecup pipi wanita yang bukan mahromnya, wanita yang belum halal baginnya. Na’uzubillah.

Masih inget nggak puisi pada edisi ‘meraih cinta-Nya Allah swt’. Khan intinya cinta pertama kita tuh Allah swt ‘bukan Si Yuli atau Siti’. And cinta sehidup mati kita juga Allah swt. Mencintai Allah swt lebih nikmat daripada pacaran! Yups gini nich bunyinya.

Palingkan hatimu pada apa saja yang kau cintai
Tidaklah kecintaan itu kecuali pada
cinta pertamamu
Yaitu Alloh jalla wa ‘ala

Mending daripada kita pacaran and cinta-cintaan sesama manusia, enakan cinta kepada Allah swt. Selain kita dapat pahala, kita juga dapat merasakan nikmatnya mencintai Allah swt. Pacaran? Bodoh Banget! Pacaran? Dosa and Masuk Neraka! ‘Pacaran? Bukan Islam Banget Kale!’

Catatan Kaki:

[1] Hadits Riwayat Muslim

[2] Hadits Riwayat Tirmidzi

[3] Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, dalam Raudhah al-Muhibbin wa Nuzhah

 

~ by imammukyidin15 on February 15, 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: